Dalam doamu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu. (Mat 6:7-15)

Berdoa bisa mempunyai tiga makna. Pertama, percakapan dengan seorang sahabat (bdk St.Teresa dari Avila). Di sana ada yang berbicara, ada yang mendengarkan. Ada baiknya dalam berdoa kita mendengarkan bisikan Allah; bukan terus-menerus melontarkan rangkaian kata-kata. Dengan berdiam dan mendengarkan kita menangkap kehendak Allah bagi dan dalam kehidupan kita.

Continue reading