Month: June 2016 (page 1 of 2)

Tangan

Badan atau tubuh manusia itu ekstensi diri pribadinya.  Demikian pula anggotanya seperti tangan. Fungsinya mengeksekusi perintah dari pikiran dan hati.

Tangan tidak bisa disalahkan ketika dia melakukan tindakan jahat. Jarang orang membenahi tangannya ketika dia melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan perintah hati dan otaknya.

Omar Saddiqui Mateen menembak penikmat klub malam di Orlando, Florida pada Minggu, 12 Juni 2016. Menewaskan 50 orang dan melukai 53 orang. Dia menggunakan tangan. Peluru yang ditembakkan senjatanya pun hanya kepanjangan dari pikiran dan tangannya.

Continue reading

Being

Untuk apa kita dilahirkan? Jawabannya bermacam-macam. Tergantung pada sudut pandang dalam memahami hakikat kehidupan ini.

Ada yang bilang hidup ini untuk sukses. Hidup ini untuk berbuat baik. Hidup ini untuk melakukan pekerjaan mulia. Semua jawaban itu benar; hanya tidak seluruhnya.

Karena kalau itu seluruhnya benar, bagaimana dengan bayi yang belum sukses dan belum bekerja? Bagaimana dengan orang disfable yang makan-minum sendiri pun tidak mampu? Apakah mereka tidak mempunyai tujuan hidup?

Continue reading

Manual

Alat-alat teknologi modern mempermudah kehidupan manusia. Nyaris seluruh kehidupan manusia terkait dengan alat-alat itu.

Untuk dapat menggunakannya secara efektif-efisien orang dituntut membaca, memahami dan mengikuti petunjuk pemakaian alat-alat itu. Umumnya orang taat mengikuti perintah itu.

Continue reading

Listrik

Nirwan Ahmad Arsuka menulis tentang listrik dan membaca (Kompas, 17 Mei 2016). Mengapa listrik dikaitkan dengan membaca? Menurut pendapatnya keduanya membebaskan manusia dari cengkeraman kegelapan lahir dan batin.

Listrik bukan hanya menerangi, tetapi memberikan daya. Kehidupan modern sebagian besar tergantung pada listrik. Mulai rice cooker, seterika, mesin cuci, televisi dan lain-lain bergantung pada listrik. Tanpa listrik hidup modern bakal lumpuh.

Continue reading

Partisipasi

Dunia ini sudah ada dan akan ada sebelum dan setelah kita ada. Setiap orang hanyalah bagian dari sejarah panjang kehidupan di dunia ini.

Status sosial menegaskan bahwa seseorang menjadi bagian dari kelompok sosial itu. Suami-isteri adalah bagian dari keluarga. Dosen dan mahasiswa itu bagian dari universitas. Warga negara merupakan bagian dari negara. Bahkan orang nomor satu di negeri ini hanyalah bagian dari negara dan bangsa Indonesia.

Continue reading

Older posts