Manusia sangat membutuhkan api, baik dalam arti jasmani maupun rohani. Tanpa api kehidupan umat manusia nyaris berhenti.

Kendaraan bermotor dapat berjalan berkat api. Memasak membutuhkan api. Manusia mempertahankan diri dalam perang dengan menggunakan senjata api.

Dalam hal yang rohani pun manusia memerlukan api. Kemerdekaan Indonesia diraih berkat api perjuangan para pahlawan bangsa. Sebagian agama menegakkan ajarannya dengan ancaman api neraka.

Saya mempunyai pengalaman istimewa dengan api. Beberapa hari terakhir ini saya terserang batuk dan flu. Pergantian musim menciptakan cuaca yang kurang bersabahat. Kendati sakitnya tidak seberapa, flu mengganggu aktivitasku sehari-hari. Nafas tidak lancar seperti biasa dan batuk sangat menghambat komunikasi pada saat berbicara dalam rapat.

Semalam saya bermimpi. Saya berada dalam suatu ruangan yang tidak seluruhnya jelas. Saya diminta untuk merebahkan badan pada posisi telungkup di atas tungku api yang menyala. Tentu saja secara spontan saya menolak. Sang Penyuruh mengatakan:”Jika engkau ingin sembuh, hendaknya engkau menelungkupkan tubuhmu di atas api itu.”

Entah memperoleh keberanian dari mana, saya melakukan perintah itu. Mengejutkan. Saya memang sembuh. Rasanya bagaikan dibebaskan dari beban berat yang menindih dada. Nafasku terasa lega, kepalaku pun ringan. Tidurku nyenyak; bebas dari batuk.

Rupanya, saya memerlukan api bukan hanya saat sadar, tetapi juga dalam mimpi. Seperti halnya mimpi selalu mempunyai arti, demikian pula mimpi saya itu.

Api itu membebaskan. Bukan hanya dari kegelapan, tetapi juga dari pelbagai macam belenggu. Allah pun membebaskan manusia melalui api. Bukankah Allah menuntun bangsa Israel di padang gurun menuju tanah terjanji dengan tugu api?

Baik manusia kuno-primitif maupun mereka yang canggih-modern membutuhkan api. Dalam memenuhi kebutuhan jasmani kita memerlukan api. Untuk melestarikan kemerdekaan dan eksistensi bangsa dan negara Indonesia kita butuhkan api persatuan. Semoga api semangat dan motivasi kita selalu menyala.

UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA KARYA MALANG
21 Agustus 2016