Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi, jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya. Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. (Mat 7: 7-12).

Doa yang baik dan benar lahir dari iman sejati. Sebagian besar dari doa-doa kita berupa doa permohonan. Lalu, apakah hubungan antara doa permohonan dan iman? Rupanya, yang diminta dalam doa juga mencerminkan kedalaman iman seseorang.

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. tidak hanya mengungkapkan cara berdoa, tetapi juga isi doa, yakni iman.

Kalau kita percaya bahwa Allah itu mahabaik, tentu mudah menghayati tiga hal di atas. Karena yakin bahwa Allah itu baik, kita yang meminta akan diberi sesuatu yang baik, yang mencari akan mendapat sesuatu yang baik dan yang mengetok akan dibukakan pintu ke arah kebaikan. Keyakinan itu membuat kita tidak harus seolah-olah mendikte Allah dalam doa kita. Bukankah Dia jauh lebih mengerti kebutuhan kita dari pada kita sendiri?

Bapa-mu akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya. Pertanyaannya, apa yang baik itu? Siapa yang menentukan yang baik itu? Bagaimanakah kita dapat meminta yang baik? Bukankah sebagai orang yang lemah, terbatas dan berdosa kita tidak sanggup merumuskan yang baik itu; bahkan untuk diri kita sendiri?

Ya Tuhan, ajarilah kami meminta yang baik secara benar karena Engkaulah sumber segala kebaikan dan kebenaran. Amin

Malang, 18 Februari 2016

Albertus Herwanta