Generasi tua kaya pengalaman; kaum muda memiliki mimpi. Orangtua bangga berbicara tentang masa lalu; anak-anak bernyala-nyala bicara mengenai segala yang ingin mereka capai. Keunggulan mereka yang sudah berusia terletak pada konsistensi dan kesetiaan dalam menekuni rutinitas.

Bruder Carmelo, anggota komunitas Karmel di Jalan Ayala, Madrid hanyalah salah satu contohnya. Bruder yang berusia lebih dari delapan puluh tahun ini selalu bangun lebih pagi dari yang lain. Dia membuka semua pintu gereja paroki Nuestra Senora del Carmen yang dilayani para romo Karmel itu. Walau mengalami kesulitan untuk berjalan cepat, dia mengerjakan seluruh pelayanan dengan setia: rajin membagi komuni dan mengumulkan kolekte. Setiap malam menutup semua pintu gereja.

Karena keterbatasan gerak tubuhnya tidak jarang dia datang terlambat untuk makan siang dan makan malam. Pekerjaan rutin yang telah dilakoninya selama puluhan tahun itu tidak pernah membosankan baginya. Sebaliknya, semakin hari semakin membuatnya tulus melayani. Bayangkan, berapa ratus kilometer telah ditempuhnya selama dia berjalan melayani? Bukankah perjalanan seribu kilometer diselesaikan selangkah demi selangkah. Kuncinya terletak pada kesetiaan dan ketekunan.

Kaum muda sering kehilangan kesabaran terhadap pemikiran, perkataan, dan tindakan generasi tua yang dinilainya lambat dan ketinggalan zaman. Mereka ingin lari cepat dan memetik hasil dalam waktu singkat; melupakan ketekunan dan konsistensi kaum tua. Tidak jarang ini menjebaknya dalam rasa bosan dan hilang semangat. ”Trust is built with consistency,” kata Lincoln Chafee.

Mengkritik generasi tua kadang sia-sia. Bukankah mereka telah mempersembahkan nilai-nilai kehidupan yang sudah nyata dibandingkan dengan generasi muda yang kerap masih dalam taraf harapan dalam mewujudkan cita-cita? Mengapa tidak mengagumi kesetiaan, meneladan ketekunan, dan menanamkan konsistensi mereka yang sudah menjadi pengalaman tidak terbantahkan? Niscaya, kaum muda akan mencapai hasil cemerlang.

Bruder Carmelo, terima kasih atas kesetiaan dan ketekunan serta inspirasi yang telah kaubagikan selama aku tinggal bersamamu.

Biara Santo Elias, Bukit Dieng D-2
Malang, 3 Desember 2013