CONFLICT

Perjalanan hidup dekat dan erat dengan konflik. Demikian juga hidup saya. Fakta berikut ini menegaskannya.

Mengawali tugas sebagai kepala sekolah di Jember langsung merasakan konflik. Konflik antara pemikiran orang yunior melawan pemikiran generasi senior. Yang yunior menghendaki perubahan. Yang senior menginginkan status quo. Masa depan menakutkan bagi orang sudah berusia; bagi yang muda memberikan api harapan untuk berjuang.

Berpindah ke Malang juga menangani konflik. Situasi-kondisi sekolah yang sudah beberapa tahun tergoncang menyisakan pelbagai konflik. Cara kerja lama yang sudah tidak relevan mau dipertahankan. Mentalitas dan cara kerja baru belum dapat diterima. Sementara itu daily business harus berlangsung dan persaingan makin ketat.

Baru dua bulan bertugas di Roma sebagai Asisten Jendral Ordo Karmel (O.Carm) saya mesti terbang ke India. Januari 2008 mendarat tengah malam di Mumbai, menunggu hingga pukul 07.00 pagi sebelum terbang ke Trivandrum (kota paling selatan di Negara Bagian Kerala). Tugasnya mendampingi kelompok yang sedang berkonflik.

Menyelesaikan konflik membutuhkan kearifan dan kecerdasan. Sulit menjadi fasilitator bagi konflik dari kelompok yang kebudayaan dan bahasanya tidak saya pahami. Bukankah bahasa Inggris India sangat khas?

Semua pengalaman itu memberikan pelajaran berharga. Konflik itu bukanlah sesuatu yang negatif. Kebanyakan lahir dari salah paham. Terselesaikan tatkala orang saling memahami dan menerima. Kerap orang tertawa terbahak-bahak di ujung konflik ketika menyadari bahwa yang ada hanya perbedaan terminologi.

Untuk bisa menjadi fasilitator dalam conflict resolution saya mesti membebaskan diri dari konflik dalam diri pribadi. Hanya dengan ketenangan batin dan kedamaian hati saya bisa menjadi fasilitator penyelesaian konflik. Kalau saya tidak punya damai, bagaimana bisa membagikan damai? Nemo dat quod non habet (Tidak seorang pun dapat memberikan sesuatu yang tidak dimilikinya).

Kini tugas yang masih tersisa ialah menyelesaikan konflik batin yang merupakan perjuangan terpanjang dalam hidup saya.

Universitas Katolik Widya Karya, Malang
17 Juli 2016

2 Comments

  1. Namanya Romo siapa min koq dlm berita dan biografi/curiculum vitae nya gak disebutkan???

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*