Orang tahu bahwa pendidikan itu lebih dari pengajaran. Segala upaya membenahi pengajaran tidak serta meningkatkan kualitas dan hasil pendidikan.

Pengajaran sering disempitkan sebagai proses membagi informasi dan ilmu pengetahuan. Sayangnya, memiliki banyak ilmu pengetahuan tidak menciptakan masyarakat yang lebih adil, makmur dan sejahtera. Knowledge does not change (pengetahuan tidak mengubah).

Yang lebih diperlukan adalah pendidikan. Di dalamnya terkandung juga pengajaran. Proses dan syarat pendidikan lebih rumit, sulit dan menuntut komitmen.

Disiplin menjadi salah satu syarat utama pendidikan. Melalui disiplin karakter dan perilaku seseorang dibentuk. Pendidikan tanpa disiplin akan melahirkan orang-orang yang merasa terdidik tetapi tidak mempunyai karakter: suka melanggar aturan, datang bekerja tidak tepat waktu, suka ingkar janji dengan membenarkan diri sendiri dan sulit mencapai target dalam pekerjaannya.

Sebagai lembaga pendidikan Universitas Katolik Widya Karya membangun budaya disiplin yang meliputi tiga hal. Pertama, disiplin berpikir yang menggunakan logika dan metode benar serta isi pikiran yang benar. Di sana tercakup kejujuran dalam mengatakan kebenaran. Kedua, disiplin berbicara. Pikiran yang benar akan tampak dalam cara berbicara yang runtut, logis, sistematis dan mudah dipahami.  Ketiga, disiplin bertindak dan bekerja. Orang yang berpikir dan berbicara secara disiplin cenderung akan bekerja dengan disiplin pula. Bukankah omongan dan tindakan kita umumnya lahir dari pikiran?

Disiplin perlu ditanamkan dalam semua lini dan tingkat pendidikan; mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Tidak ada satu lembaga pun yang harus dibebani tanggung jawab dalam menanamkan disiplin itu. Disiplin dalam keluarga akan membentuk siswa-siswi yang berdisiplin di sekolah. Para pelajar yang disiplin di sekolah akan melahirkan generasi muda yang bersifat disiplin pula. Jika itu yang terjadi, niscaya negara juga akan dipimpin oleh para pejabat yang memiliki kedisiplinan dan karakter yang matang, jujur dan penuh komitmen.

Mari berpartisipasi dalam revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dengan membangun budaya disiplin dalam diri, keluarga, sekolah dan masyarakat kita. Jika hal itu kita mulai hari ini dengan penuh komitmen, tentulah kita tidak akan kalah dengan negara-negara maju yang dahulu mulai membangun dengan menanamkan budaya disiplin.

Universitas Katolik Widya Karya, Malang

2 Mei 2016 (Hari Pendidikan Nasional)