Dalam bahasa Indonesia “I” hanya satu huruf. Tidak demikian dalam bahasa Inggris. “I” itu merupakan satu kata. Artinya, aku. Bahasa Italia, Perancis, Spanyol dan Portugis mempunyai kosa kata satu huruf.

“I” itu diucapkan seperti kata “eye” (mata). Barangkali hanya kebetulan bahwa “I” bisa dihubungkan dengan “eye”. Yang jelas pada waktu melihat  “aku” (“I”) bisa menggunakan “eye”. Bukan hanya dengan mata kepalanya,  tetapi dengan mata hatinya pula.

Mata hati dan nurani menentukan berfungsinya mata kepala. Seorang yang bermata hati keruh dan penuh curiga menatap sesama dengan kecurigaan pula. Pelbagai konflik etnis, agama, suku dan golongan lahir dari cara melihat seperti itu.

Nurani yang bersih membantu seseorang dalam melihat dengan kejernihan jiwa. Orang yang mendalam hidup rohani dan luas wawasannya memandang dengan nurani universal melampaui dirinya dan semua perbedaan. Para mistikus dari pelbagai agama dapat berpadu karena nurani mereka menyatu dalam MATA ILAHI. Di dalam Allah semua menyatu, tanpa perpecahan.

“I” menentukan sekali dalam menggunakan “eye”. Baik mata hati maupun nurani dibentuk oleh sang “aku”.  Betapa pentingnya sang “I” menyadari diri dan memandang diri dengan “eye” yang jernih, bersih, netral dan luas.

Sang “I” perlu berdiri kokoh kuat dalam posisinya agar tidak digoyahkan oleh bujukan si jahat. Bukan hanya secara lokasi dia berdiri secara pasti, tetapi juga secara rohani sehingga caranya melihat ditentukan oleh nurani batinnya. Di sini dia memerlukan mindfulness dan awareness.

”Mindfulness is loving all the details of our lives, and awareness is the natural thing that happens: life begins to open up, and you realize that you’re always standing at the center of the world.” (Pema Chodron: The wisdom of no escape: How to love yourself and your world, 2001:44)

Sebagai pusat dunia “aku” tidak digoncangkan oleh perputaraan jeruji roda. Sekencang apapun rodanya berputar “aku” tetap berada pada porosnya, tidak bergeser ke mana-mana; tiada yang mengkhawatirkan, apalagi mengancamnya.

Universitas Katolik Widya Karya Malang

12 Agustus 2016