Senyum cerah dan sumringah terpancar pada wajah penduduk yang wilayahnya akan dikunjungi Presiden Jokowi. Salah seorang pegawai wanita bahkan membolos dari kerjanya untuk menjumpai sang presiden pujaannya. Dia mengenakan seragam putih-hitam seperti yang dikenakan sang presiden, lengkap dengan lengan yang dilipat bagian ujungnya.

Begitu bahagianya rakyat yang sudah lama mengharapkan perubahan ke hidup yang lebih baik tatkala mendengar sang pembawa harapan akan hadir. Mungkin setelah sang presiden mengakhiri kunjungannya nasib mereka tidak banyak berubah. Namun bertemu sang presiden idolanya sungguh merupakan hadiah.

Kita sedang menantikan seorang tamu yang jauh lebih mulia daripada presiden kita. Dia bukan tamu biasa. Asalnya pun bukan dari istana negara yang terletak di ibukota, melainkan dari surga. Dia bukan manusia biasa karena Dia itu Allah yang menjadi manusia. Misinya pun istimewa: Allah menjadi manusia supaya manusia kembali menemukan ke-ilahi-annya.

Sang tamu bukan hanya membawa harapan, tetapi Sang Harapan itu sendiri. Dia tidak hanya mampu menyembuhkan penyakit sosial-ekonomi yang dipimpin siapa pun negeri ini tidak pernah akan selesai. Dia menyelamatkan umat manusia tidak melalui kampanye dan janji, tetapi dengan lahir, hidup, dan mati seperti kita ini (namun bangkit lagi). Dia itu lebih dari menjanjikan solusi yang benar karena Dialah Sang KEBENARAN itu sendiri. Benar, yang dibawa adalah kebebasan dan sukacita. Joy!

Selama masa adven kita diajak mempersiapkan diri: menyerahkan diri, menyesali dosa dan mewarnai hidup ini dengan sukacita. Joy! Alasannya: karena Allah mendatangi kaum pendosa yang lemah seperti Presiden Jokowi menyambangi rakyat yang bertahun-tahun hanya diberi janji.

Apakah yang kita lakukan? Apakah kita sibuk dalam business as usual ataukah berbenah diri: mengganti baju rohani supaya bersih-suci seperti yang dikenakan Sang Tamu ilahi? Memang, tidak perlu dengan membolos dari kerja untuk duduk seharian berdoa di dalam gereja atau ruang doa. Tetapi dengan membenahi kehidupan rohani sehingga tatkala Sang Tamu masuk ke dalam hati, dijumpainya jiwa kita bersih dari kesalahan dan dosa; penuh dengan sukacita. Joy!

Malang, 1 Desember 2014
Senin pertama Adven tahun B.