Alat-alat teknologi modern mempermudah kehidupan manusia. Nyaris seluruh kehidupan manusia terkait dengan alat-alat itu.

Untuk dapat menggunakannya secara efektif-efisien orang dituntut membaca, memahami dan mengikuti petunjuk pemakaian alat-alat itu. Umumnya orang taat mengikuti perintah itu.

Bukan hanya alat-alat teknologi itu yang membutuhkan manual, tubuh manusia (semacam super-komputer) juga membutuhkannya. Sang Pencipta memberikan manual itu agar manusia dapat “menggunakannya” secara bijakasana dan menjadi bahagia.

Sayang, hanya sedikit yang menaati manual itu. Mereka secara rutin mengisi bateri alat elektronik dengan listrik, tetapi tidak mengisi dirinya. Siapa rajin dan rutin mengisikan energi rohani ke dalam jiwa dan hati?

Orang secara periodik menyervis mobilnya: mengganti oli dan bagian yang aus agar awet dipakai. Siapa di antara kita yang rajin mengganti pikiran-pikiran yang sudah aus dengan yang baru? Bukankah kita lebih suka menyimpan dendam dan rasa curiga terhadap sesama seolah-olah mereka itu tidak pernah berubah?

Untuk memperoleh energi prima dan kecepatan lebih tinggi orang mengisikan kualitas bahan bakar paling bagus dan ramah lingkungan. Adakah kita mengonsumsi makanan-minuman sehat dan bebas kontaminasi sehingga tubuh kita berfungsi prima?

Tuhan menciptakan tubuh kita sebagai semacam mesin yang super canggih. Mesin itu mesti digunakan mengikuti manual yang diberikan-Nya. Manual utama itu ialah gunakan mesin itu dengan cinta dan isilah dengan energi cinta. Energi utama bagi diri kita ialah cinta.

Di atas semua itu pikiran, perasaan, sikap dan cara kita menggunakan mesin itu sangat mempengaruhi keawetan dan daya fungsi maksimalnya. Menggunakannya secara sembrono dan ceroboh tanpa menaati manualnya tentu akan membuatnya rusak dalam waktu singkat.

Manakala usia kita masih muda dan pelbagai penyakit sudah menumpuk dalam mesin super canggih itu, siapa bertanggung jawab? Apakah Tuhan yang menciptakan dan telah memberikan manualnya ataukah kita yang telah dikaruniai-Nya?

Universitas Katolik Widya Karya, Malang

9 Juni 2016