Page 3 of 13

OPTIMISME

Suasana kehidupan sosial negeri kita sedang diwarnai dengan optimisme. Rasa ini bisa tampak dalam wajah ceria, bisa pula terekspresi dalam muka menyeringai. Pemilik wajah pertama mengandalkan Allah. Sementara optimisme kedua lahir dari perasaan semata-mata manusiawi.

Continue reading

MONYET

Di mana paling mudah menemukan monyet? Di rumah tetangga yang memeliharanya. Bisa pula orang pergi ke Taman Safari atau ke hutan yang banyak monyetnya. Cara itu masih tidak praktis dan mungkin membutuhkan banyak waktu dan tenaga.

Ternyata, orang bisa menemukan monyet dalam dirinya. Apakah berarti dirinya adalah monyet dan setiap kali bercermin seseorang melihat monyet?

Continue reading

KOMUNIKASI-INTERNAL

Kini pasar tampil sebagai magnet kuat yang menarik orang kepada segala yang bersifat eksternal. Generasi millenial Indonesia bakal menjadi pebelanja impulsif (CNN Indonesia, 2 November 2015). Apakah di sini impulsif berarti desakan hati tidak terkendali?

Continue reading

PULIH

Mata yang terbuka belum tentu mampu melihat. Sebaliknya, mata yang buta tidak selalu kehilangan pemandangan. Apakah yang kita lihat sepanjang hari ini?

Bartimues yang buta itu berada di tengah kerumunan yang berdesak-desakan mengikuti Yesus (Mark 10:46-52). Tidak seperti khalayak yang matanya bisa terbelalak, Bartimeus buta hanya bisa berjumpa dengan Yesus dalam berteriak. Dia melihat Yesus dengan hati dan berjumpa Yesus berkat mulutnya.

Continue reading

SOLIDARITAS

Roti itu makanan kuda. Hah? Iya, minimal itulah pengetahuan baru yang aku peroleh sore tadi saat berjalan-jalan di depan lapangan Santo Petrus di kota Roma.

Seorang kusir sedang asyik mengisi perutnya dengan mengunyah roti. Sebagian masih dipegang tangan kirinya. Sambil menggoyang-goyangkan lidah dan mengunyah roti di mulutnya tangan kanannya mengulurkan potongan-potongan roti ke dalam mulut kuda, penarik keretanya. Si kuda pun tampaknya ikut menikmati makanan yang disodorkan tuannya. Menarik!

Continue reading

« Older posts Newer posts »